Dec
26
Bergerak Bersama Rakyat
December 26, 2008 | |
Bergerak Bersama Rakyat
oleh Ferry W[1]
“Pemuda adalah pikiran-bertindak. Sejarah pemuda adalah sejarah massa;…..Pemuda adalah penghubung dari berbagai kenyataan sejarah. Bukankah lebih mulia disebut sebagai pemuda dibandingkan mahasiswa?…”[2]
Perkembangan politik etis pada awal abad ke XX, merupakan perkenalan bumi poetra dengan model pendidikan barat yang sekaligus berhimpitan dengan perubahan yang cukup cepat secara sosio-politik, yang akhirnya menimbulkan krisis pemikiran dalamhati banyak pemuda Indonesia. Perkenalan dengan ide-ide persamaan, kemerdekaan, hak asasi manusia, dan martabat sebuah bangsa (nasionalisme), inilah yang kemudian menantang para pemuda-pemuda bumi poetra untuk berfikir tentang kemerdekaan3.
Perkembangan situasi pasca politik etis membawa perubahan yang cukup drastis dikalangan pemuda bumi poetra selain munculnya kaum-kaum muda terpelajar-seperti Tirto Ardi Soeryo, Dr. Sutomo dan Tjipto Mangunkusomo-juga menciptakan organisasi-organisasi pergerakan yang cukup massif dikalangan rakyat, selain metode dan struktur organisasi gerakan yang cukup modern dan tidak lagi bersifat messianisme, melirianisme dan nativisme. Kelahiran Budi Utomo, Serikat Islam dan Indische Partij, merupakan bukti bahwa dampak politik etis membawa perubahan yang cukup besar dikalangan pergerakan pemuda dan rakyat bangsa Indonesia. Hingga diproklamasikannya kemerdekaan pada tahun 1945-pun yang didorong penuh oleh kalangan pemuda, merupakan bukti bahwa pergerakan pasca 1926 yang cukup banyak diwakili oleh partai-partai politik dan kalangan mahasiswa perkotaan, dapat juga dimiliki oleh kalangan pemuda.
Hingga akhirnya pada masa orde lama hingga menjelang dan jatuhnya orde baru gerakan pemuda cukup diwakili oleh gerakan mahasiswa. Tetapi kemudian gerakan mahasiswa sepanjang perjalannya menjadi cukup ekslusif dan menjadi sangat reaksioner ditengah-tengah masyarakatnya. “Masa keemasan” gerakan mahasiswa pada saat meruntuhkan rezim orde lama tidaklah cukup menjadi tamparan bagi gerakan mahasiswa, sehingga hal ini diulangi kembali oleh gerakan mahasiswa pada saat menurunkan orde baru walau harus diakui juga bahwa gerakan mahasiswa sepanjang orde baru berkuasa mampu menjadi pelopor gerakan rakyat disaat semua gerakan rakyat direfresif, tetapi dari ini jugalah merupakan titik awal kita untuk mengkritisi dengan tegas gerakan mahasiswa yang selalu terjebak pada eforia sejarah keemasaanya hingga saat ini dan kritik kita terhadap kegagalan gerakan mahasiswa dalam mengawal reformasi.
Kemunculan banyaknya gerakan pasca reformasi ‘98 merupakan sesuatu hal yang dapat diartikan positif bagi perkembangan organisasi gerakan dan polarisasi ideologi gerakan. Inilah yang akhirnya menjadi memunculkan bentuk baru pergerakan pemuda-hasil dari refleksi kritis terhadap perkembangan gerakan mahasiswa-bentuk baru inilah yang menyatakan bahwa pemuda adalah “tenaga revolusi” yang tersisa, yang ingin menegasi perbedaan SARA dan lingkup pergerakan yang “terkadang” hanya dibatasi secarik kertas yang bernama Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)4.
Kemunculan FPPI sebagai organ gerakan pemuda, merupakan jawaban penuh atas krisis kepercayaan rakyat terhadap gerakan mahesiswa yang lebih berpola student protes dari pada student movement dan meletakan mahasiswa sebagai menara gading bagi semua perubahan serta juga kritik atas fenomena aktifis mahasiswa yang mengalami distorsi atas moral dan intelektual. Karena praktis pasca reformasi ‘98 gerakan mahasiswa tidak lebih sebagai super hero yang terjebak pada eforia ‘98-nya, dan memunculkan banyak wacana kritis terhadap fenomena aktifis gerakan mahasiswa yang beramai-ramai hijra menjadi fungsionaris partai atau aktor LSM. Intinya bahawa kemunculan gerakan pemuda merupakan gabungan dari komite aksi dan organisasi gerakan mahasiswa yang ingin beranjak penuh menuju gerakan massa rakyat kepemudaan.
Pergerakan adalah perjuangan keyakinan atas kehendak masyarakat
(Tetap Setia Di Garis Massa)5
[1]Pemuda desa, yang sekarang aktif di Pimkot FPPI Jogja sebagai Sekjend Pimpinan Kota[2]Manifesto politik FPPI
3Gunawan. Sip; Perlawanan Sepanjang Masa
4Gunawan, Sip; Runtuhnya konsolidasi Demokrasi
5 ibid